SOLARIA

15 September 2012, 18.30…. Hari itu saya beserta suami dan anak saya bermaksud menikmati akhir pekan di salah satu tempat perbelanjaan di Bandung Utara yaitu Cihampelas Walk atau Ciwalk. Banyak sekali outlet kuliner yang ditawarkan disini. Pengunjung juga bisa menikmati nuansa outdoor. Hari sudah semakin sore sebelumnya saya dan suami melaksanakan shalat maghrib di musholla. Setelah itu perut saya terasa lapar, kami memutuskan untuk menikmati hidangan yang lebih cepat dibanding outlet lainnya.

Akhirnya saya memutuskan untuk berkunjung ke Solaria. Dulu ayah saya pernah memesan ikan kakap asam manis rasanya juga enak. Saat kami datang hampir 3/4 tempat duduk sudah terisi maklum malam Minggu. Kami memilih tempat duduk yang bisa muat menyimpan stroller anak saya. Akhirnya kami menempati tempat duduk dekat dengan tempat order dapur Solaria. Walaupun kurang enak ya tak apalah. Kami diberi secarik kertas berisi pilihan makanan. Saya langsung memilih Ikan kakap asam manis + nasi sedangkan suami nasi goreng Seafood. Minumnya teh hangat saja. Waitress mengambil kertas pesanan kami dan juga uang pembayaran. Di Solaria setelah memesan kita harus langsung memberikan uang sebesar pesanannya. Menurut saya sangat tidak praktis kalaupun mau kita mengantri seperti di tempat fast food lainnya. Maaf kadang di beberapa tempat Solaria para waitress kurang ramah. Tak lama waitress datang ternyata ikan kakap habis. Saya mencoba Seafood ternyata juga habis akhirnya saya mengganti pesanan dengan nasi ayam rica-rica. Saya juga memesan lumpia Seafood ternyata tidak ada. Saya kecewa tapi mau bagaimana lagi.

Pesanan suami saya tak lama datang. Setelah mencoba rasanya sih biasa saja tidak istimewa. Hmm saya terus menunggu pesanan saya. Nasi goreng Seafood suami saya hampir habis dan saya masih menunggu. Kalau tidak salah saya menunggu sekitar 30 menit sampai perut saya keroncongan. Akhirnya nasi ayam rica rica datang. Sebelum makan saya melihat penampilan ayamnya tampak gosong dan keras. Mungkin hanya tampilannya saja. Saya makan dan ternyata benar daging ayamnya susah dirobek dengan garpu. Bumbunya pedas sekali. Saya tau bumbu rica-rica itu pedas tapi tak sangka sepedas ini. Wah benar-benar deh saya akan berpikir beberapa kali untuk kembali ke Solaria terutama nasi ayam rica-rica sangat tidak recommended.

Kami menghabiskan dana sebesar IDR 58.000. Memang harganya murah tapi walaupun murah terasa mahal jika makanannya mengecewakan.

20121203-130943.jpg
Atas-bawah : Nasi goreng Seafood – Nasi ayam rica-rica

Tinggalkan komentar

Filed under Food

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s